Jumat, 28 Oktober 2011

Tangis

Jika ada anak manusia yang cepat sekali mengeluarkan air mata, salahkah mereka?
Jika ada anak manusia yang tak pernah meneteskan air mata, anehkah mereka?

Apabila keduanya bergabung dalam diri seseorang. Insan Tuhan. Yang Dia ciptakan untuk menyesakkan bumi yang sudah penuh sesak dengan malaikat-malaikat kecil Tuhan, serta iblis-iblis yang kian tua yang tak mampu sadar. Apakah Insan itu bisa disebut wajar?


Ia seperti menghunuskan kepalsuan ke dalam jiwanya, dan merekatkan dusta di sekujur raga. Entah raganya yang rapuh sedang jiwanya begitu kokoh atau jiwanya yang begitu rentan sedang raganya sangat tegar?

Dia adalah insan yang memiliki dua kepribadian.  Dan NOL adalah titik tempat dia bisa kembali. Entah menjadi apa. Hanya kosong yang tak percuma. Hening yang tak sia-sia. Dan dia merasa wajar atas keberadaannya. Untuk setiap maksud dari penciptaannya.

Dan NOL adalah.
Ujung dari dasar samudra tergelap.
Titik tertinggi di pangkal Angkasa.
Yang bisa menjawab rahasia tentangnya.
Anak manusia, Insan Tuhan, malaikat kecil, iblis tua yang
_terlelap.


Masih berkutik dengan diri sendiri,
Jakarta,  28 Oktober 2011, 13.34

Tidak ada komentar:

Posting Komentar