Rabu, 19 Oktober 2016

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Pak

Hari telah berlalu,
Putaran waktu masih mendampingi kami meniti jalan hidup di dunia,
Masih belum berhasil.

Tapi,
Rasa percaya yang Bapak tanam kuat kuat,
Menjadikan kami pribadi yang terus berusaha menjadi lebih baik.
Karena Bapak, karena Mama,
Dan semua kucuran doa.

Tulisan Numa ini,
Adalah serangkaian kasih dan rindu yang tak berupa air mata.

Tulisan ini, menyimpulkan senyum bahgia karena Bapak telah mendidik dan memercayai kami untuk berdiri berdamping dampingan, saling menguatkan, dan saling mengingatkan dengan kesabaran.

Oya, Anak anak Bapak, yang begitu Bapak khawatirkan membawa kabar gembira.
Semoga Bapak bahgia.

Esok Hari Raya menjelang, Pak
Semoga takbir dan doa doa kami, Mama,
Menggempitakan setiap sudut tempat baringmu.

Numa mohon maaf, bila banyak lalai dan bodoh kala menemani Bapak.

Selamat Hari Raya Idul Fitri, Pak.
Terima kasih. Numa bangga jadi anak Bapak.

_suduthijau, 27 Juli 2014; 2.29 am

Titip Rindu Untuk Bapak

Tuhan, saya titip rindu ini untuk Bapak.

Maaf, karena saya masih menangis saat hening ini meraja dan segala kenang tumpah ruah.

Tuhan, saya titip rindu ini untuk Bapak.

Maaf, karena ternyata saya masih bgitu sibuk menggelar langkah untuk hidup di dunia.

Tuhan, saya titip rindu ini untuk Bapak.

Maaf, karena Bapak harus menyaksikan saya dan diri saya yang senyatanya.

Maaf, karena kami masih mencari jejak jejak nasihat yang masih berserak.

Tuhan, saya titip rindu ini buat Bapak.

Tangis ini mengantarkan rasa kehilangan yang begitu besar.

Dan doa yang mengalir ini, semoga bisa Kau nyatakan sebagai bakti hamba padanya, Tuhan.

Allaah yaa Rabb, hamba titip rindu ini untuk Bapak, beserta semua cinta yang tak pernah terungkap.

Saya merindukannya. Sangat merindukannya.



Rumah hijau, 20 Mei 2014; 00.43am

Belum,

Sebanyak kisah ini tertulis, sebanyak-
Itu pula kubaca.

Kisah yang belum bertanda baca
Bahkan koma-mungkin,
Tak cukup sempurna
Untuk melengkapi rentetan kata
Kisahnya.

Ya, aku masih seperti dulu
Menikmati semua ramu katamu.

Karena hanya lewat ini
Tak ada tengkar yang menghalangi kita
-Bicara.


Rumah hijau, 5 Maret 2014; 6.47 pm.
_tujuhlentera