Kamis, 22 Juni 2017

Layaknya Kay dan Aku?

Apabila nanti, aku hilang tanpa ada kabar sepertimu
Mungkinkah kau berkata rindu lebih dahulu?
Seperti aku

Apabila nanti, aku sering hilang tanpa berkabar sepertimu
Mungkinkah kau menanam risau?
Seperti aku

Apabila nanti, aku hilang tanpa berkabar sepertimu
Mungkinkah kau berusaha mencariku?

Apabila nanti, aku hilang tanpa kabar sama seperti caramu
Mungkinkah kau bisa membunuh ego dalam dirimu?
Seperti aku

Apabila nanti, aku hilang tanpa kabar sepertimu
Apakah kau sanggup menunggu dalam gundah dan pilu?
Sepeti aku

Atau malah melangkah pergi
Tanpa ragu?


Sawah lama, 22 Juni 2017
Kay dan Aku


Rabu, 08 Maret 2017

Mel(uap)kan Rindu

Kepada pemilik vape yang belum lama ku kenal
Rasa yang masih tunas ini akan kubiarkan menjadi uap
Kuselipkan bersamanya beberapa khayal yang hampir tumbuh dan pernah kudekap
Keberanian hati ternyata terbentur ungkap
Khayal ini kuturutkan mengudara agar rasa bisa menguap dengan lebih bebas
Melayang dan lenyap tak berbekas
Hingga akhirnya, biar kuucap selamat jalan
Kepada pemilik vape yang belum lama ku kenal
Karena Tuhan baru saja memberiku jawaban

Kerinci,
March 2nd, 2017


Rabu, 19 Oktober 2016

Surat untuk Bapak

Assalamu'alaikum. 
 
Sudah setahun lebih, Pak. 
Numa meneruskan perjalanan tanpa Bapak. 
 Banyak, banyak sekali yang terjadi. 
Tapi satu hal, toga numa tahun ini, 
numa persembahkan buat Bapak meski cukup terlambat. 
 
Oya.. 
Dibingkai kali ini, 
numa sisakan ruang untuk bapak berdiri. 
Disamping numa, tersenyum simpul nan lega. 
 Satu lagi anakmu sarjana. 
 Buah kerja kerasmu, dan untaian doa.
 
Terima kasih, Pak. 
Untuk semua usaha, kerja keras, nasihat dan doa Bapak selama ini.
 
Pak, numa sarjana! 
Semoga ilmu ini bermanfaat bagi sesama dan Allah meridhainya. 
Aamīn yā Rabbal'alamīn.
 
Bapak... Numa rindu.
Ada haru dalam dada 
Yang kali ini mengalir lewat air mata.
 
-Allahummaghfirlahu warhamhu wa 'afihi wa'fu'anhu.- 
Semoga doa ini bisa mewakili ratusan kata yang tak mampu terucap.


In loving memory of,
Anakmu yang kesembilan, 
Nur Maw'izhatillah, S.Pd.
 
Tangerang Selatan, 
29 November 2015; 7.00 am