Seperti mendengar malaikat memainkan
jantung harpa yang bergetar.
Seperti melihat bidadari yang menari
di atas senar-gitar-tua seniman jalanan.
Ketika pelangi dengan ceria menggelayut manja pada sisa hujan di pelupuk angkasa,
sembari mentari kembali membuka mata.
selesai 8 Agustus 2012 jam 12 lewat.
_ada yang hilang dari indraku melumat kata.
Rabu, 05 September 2012
Hampir
Malam merangkak ke peraduan dengan
merentangkan sayap kelamnya.
Tak riuh suara dari bumi,
menghantarkannya ke lorong bertahtakan
mimpi..
Terpekur dengan pesona.
Lalu,
Mengais iba pada Yang Esa,
mungkin masih ada waktu untuk menyadarkan
diri.
Sebelum pagi,
kembali.
Sahur, 01 Agustus 2012, 02.35.
merentangkan sayap kelamnya.
Tak riuh suara dari bumi,
menghantarkannya ke lorong bertahtakan
mimpi..
Terpekur dengan pesona.
Lalu,
Mengais iba pada Yang Esa,
mungkin masih ada waktu untuk menyadarkan
diri.
Sebelum pagi,
kembali.
Sahur, 01 Agustus 2012, 02.35.
Kamis, 08 Maret 2012
Bunda...
Aku terhenyak menyadari betapa kerdilnya diri ini. Bagaimana bisa aku melakukan kesalahan yang begitu besar yang sudah aku ketahui sebelumnya namun aku tak menggubrisnya?
Apakah mentari akan begitu saja menerikkan sinarnya pada bumi tanpa sebab? Lalu, apakah hujan akan begitu saja menderas menenggelamkan bumi, lagi, tanpa sebab? Dan apakah Tuhan akan begitu saja memarahi hambanya, lagi-lagi, tanpa sebab?
Apakah mentari akan begitu saja menerikkan sinarnya pada bumi tanpa sebab? Lalu, apakah hujan akan begitu saja menderas menenggelamkan bumi, lagi, tanpa sebab? Dan apakah Tuhan akan begitu saja memarahi hambanya, lagi-lagi, tanpa sebab?
Langganan:
Postingan (Atom)
